Oleh: Hevi Hellen Sofia, S.Pd.I
(Kepala Madrasah MTs Muhammadiyah Sukarame)
A. PENDAHULUAN
MTs Muhammadiyah Sukarame memiliki visi “mewujudkan sekolah yang unggul dalam prestasi dan tauladan dalam akhlakul karimah” dengan tujuan yang begitu besar. Latar belakang sebagai sekolah al-Islami as-Syar’i menjadi wajah besar bagi wali murid yang telah menitipkan putra-putrinya untuk dididik di MTs Muhammadiyah Sukarame. Tidak hanya dalam prestasi yang unggul namun MTs Muhammadiyah juga memiliki dasar agama yang kuat untuk ditanamkan di dalam jiwa peserta didik.
Menerapkan pembelajaran yang mengutamakan dasar aqidah dan akhlak adalah bentuk keloyalitasan dan pengabdian yang begitu teguh terhadap Allah swt. Menelihat perkembangan generasi muda yang jauh dari aqidah yang lurus dan akhlak Islami, menjadikan MTs Muhammadiyah Sukarame mengambil jalan utama untuk mencerdaskan anak bangsa tidak hanya melalui ilmu umum saja namun juga ilmu agama yang menjadi dasarnya, hal ini juga yang tercatat dalam tujuan pendidikan. Dampak dekotomi ilmu dan sekulerisme yang masuk dalam tubuh pendidikan di Indonesia, banyak menghasilkan manusia yang minim akidah dan akhlaknya. Dengan demikian, melalui tulisan ini, diharapkan mampu menjadi dongkrakan yang ideal untuk diterapkan diberbagai sektor pendidikan.
B. PEMBAHASAN
Setiap pembelajaran yang diterapkan oleh sekolah atau madrasah tentunya memiliki visi dan misi yang berbeda-beda sesuai dengan perkembangan zaman. Namun dari pada itu, yang paling utama dan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional adalah untuk menjadikan manusia yang cerdas dan memiliki akidah yang kuat, akhlak Islami dan memiliki tujuan yang benar dalam hidupnya. Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan dalam rangka mencetak kader Muhammadiyah, MTs Muhammadiyah menerapkan pembelajaran melalui empat sifat Nabi Muhammad saw. Pembelajaran ini akan menunjang kepribadian peserta didik dalam menjalankan tugasnya sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa di muka bumi ini. Begitu juga dengan tujuan terbesarnya untuk menanamkan kepribadian yang Islami peserta didik.
1. Pembelajaran Melalui Sifat Siddiq (Jujur/Benar)
Sifat yang dimiliki oleh Nabi Muhammad saw yang patut ditiru dalam kehidupan sehari-hari oleh umat Islam. Nabi Muhammad saw mengajarkan kepada umatnya untuk selalu berbuat kebaikan melalui sifat siddiq sebagaimana belaiu praktikkan dalam kehidupannya sebagai pembisnis atau pedagang pada masa itu. Melalui sifat ini beliau dicintai dan diikuti ajarannya sebagai nabi yang benar (Maulidiyah, 2021).
Melalui sifat yang Nabi Muhammad saw ajaran kepada kita, MTs Muhammadiyah Sukarame dalam proses pembelajarannya senantiasa menjunjung tinggi sifat Siddiq. Pendidik dan peserta didik wajib mengaplikatifkan sifat ini sebagai dasar dalam belajar dan mendidik. Jujur dalam memberikan tanggapan, jujur dalam belajar, jujur dalam mendidik, jujur dalam mencari solusi dan diskusi. Sehingga melalui sifat ini dapat menjadikan pendidik dan peserta didik yang memiliki kepribadian yang Islami.
2. Pembelajaran Melalui Sifat Amanah (Dapat dipercaya)
Nabi Muhammad saw dicintai oleh para sahabatnya karena memiliki sifat amanah, samapi beliau dijuluki al-amin atau orang yang dapat dipercaya (Rahayu, 2021). Begitulah MTs Muhammadiyah Sukarame dalam menididik peserta didik untuk menjadi manusia yang amanah. Anamah dalam bergaul (Tidak membuli), amanah jika diperintah oleh guru, amanah dan amanh dalam berjanji. Sifat penghianat, ingkar dan dengki tidak ada di dalam kamus pendidikan MTs Muhammadiyah Sukarame, yang ada adalah sifat amanah dalam mendidik dan dalam proses belajar mengajar.
3. Pembelajaran Melalui Sifat Tabligh (Menyampaikan)
Sifat menyampaikan atau sifat tabligh adalah sifat yang senantiasa melekat dalam diri Nabi Muhammad saw sebagai seorang Rasul dan utusan Allah swt. Menyampaikan wahyu dan menyampaikan kebenaran adalah tugas Nabi Muhammad saw sebagi Nabi dan Rasul Allah swt (Musyirifin, 2020).
Praktik sifat Rasulullah saw ini juga melekat dalam peserta didik MTs Muhammadiyah Sukarame. Melalui kegiatan pembiasaan diri, Shalat Dhuha, Shalat Dzuhur, Shalat Ashar, Kulutm Siswa, Kultum Guru, Pengajian Guru dan Siswa serta penanaman dalam kegiatan Leadership dan keputrian bagi peserta didik MTs Muhammadiyah adalah bentuk untuk mewujudkan kader yang memiliki sifat Tabligh. Siswa di MTs Muhammadiyah Sukarame ditanamkan sifat tabligh dalam melalui ceramah atau kultum. Berani menyampaikan kebaikan dan kebenaran didepan umum serta menyampaikan kebenaran dalam beberbagai kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.
4. Pembelajaran Melalui Sifat Fathonah (Cerdas)
Selain memiliki sifat Siddiq, Amanah, Tabligh, Nabi Muhammad saw juga memiliki sifat yang tidak mungkin terlewatkan, yaitu sifat fathonah. Fathonah memiliki arti cerdas, begitulah Nabi Muhammad saw yang memiliki kecerdasan yang luar biasa. Kecerdasan yang beliau memiliki tentunya digunakan dalam kebaikan dan kebenran (Candrakusuma, 2020).
Selaras dengan visi yang dijunjung oleh MTs Muhammadiyah Sukarame, yaitu menjadikan madrasah yang unggul dalam prestasi, adalah salah satu bentuk tujuan mencerdaskan anak bangsa dan kader persyarikatan Muhammadiyah. Lalu kecerdasan yang akan ditumbukan oleh MTs Muhammadiyah didasari oleh teladan dalam akhlak karimah. Artinya, selain mencerdaskan anak bangsa dalam ilmu umum, MTs Muhammadiyah Sukarame juga mencerdaskan kader melalui dasar ilmu agama dengan tujuan besar menjadikan Intelek yang Ulama dan Ulama yang Intelek.
C. KESIMPULAN
Mewujudkan generasi bangsa dan kader Muhammadiyah yang memiliki kepribadian yang Islami dengan sifat-sifat yang agung seperti Siddiq, Amanah, Tabligh dan Fathonah sudah menjadi tugas MTs Muhammadiyah Sukarame dalam mendidik dan menerapkannya dalam proses pembelajaran. Melalui visi MTs Muhammadiyah Sukarame “Mewujudkan Madrasah yang Unggul dalam Prestasi dan Tauladan dalam Akhlakul Karimah” dapat diwujudkan dengan proses pembelajaran melalui empat sifat Rasulullah saw tersebut. empat sifat Rasulullah saw tersebut setidaknya telah terlaksana dalam kegiatan belajar mengajar dan dalam kegiatan pembiasaan diri seperti saling sapa, disiplin, shalat lima waktu berjama’ah, shalat dhuha, kultum, kegiatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta kegiatan Leadership dan Keputrian. Dengan demikian akan terwujud manusia yang memiliki kepribadian yang Islami.
REFERENSI:
Candrakusuma, M. (2020). Teladan Rasulullah saw Sebagai Dasar Implementasi Sumber Daya Insani. Journal of Islamic Banking, 18.
Maulidiyah, A. (2021). Penerapan Metode Sosiodrama dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas VII (B) pada Materi Empat Sifat Wajib Rasulullah di Mts Ummul Qura Desa Kropak. Al-Athfal, 12.
Musyirifin, Z. (2020). Implementasi sifat-sifat Rasulullah dalam konseling behavioral. Al-Irsyad Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 8.
Rahayu, A. I. (2021). Sifat-Sifat Rasulullah saw Sebagai Dasar pendidikan Karakter. Seminar Nasional Dies Natalis Ke-41universitas Tunas Pembangunan Surakarta, 8.